Isthikamah-Naura-Umayyah
Istikamah
Istikamah merupakan suatu jalan yang dapat menyelamatkan seseorang baik di dunia maupun di akhirat. Dengan selalu beristikamah maka seseorang akan terpelihara dan terlindung imannya, yakni terlindung dari dorongan hawa nafsu serta setan yang berbuat maksiat.
Orang-orang yang mau berpikir, maka mereka tidak akan mencari jalan lain dalam memperbaiki kehidupan kecuali jalan yang diatur oleh Allah dalam petunjuk-Nya yaitu Al-Quran. Sebab, menempuh jalan di luar tuntunan Al-Quran dan Sunah akan mendorong menjadi binasa atau rugi besar, dunia akhirat.
Istikamah dapat mengangkat harkat dan martabat manusia, serta membawa ke puncak kesempurnaan. Istikamah mampu melindungi akal dan hati manusia dari kerusakan dan menyelamatkan jiwa manusia dari kebejatan moral.
Teman-teman sekalian yang berbahagia,
Ada beberapa macam tingkatan istiqamah, di antaranya adalah istiqamatul awam dan istiqamatul khawash. Istiqamatul awam umumnya dilakukan oleh orang-orang awam, termasuk kita ini. Bentuk istikamah orang awam adalah sacara batin beriman dan membenarkan adanya Allah serta rasul-Nya. Kemudian disertai dengan realisasi lahiriah berupa menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Adapun, istikamah khawash adalah istiqamah yang diterapkan oleh orang-orang yang sudah mencapai makrifat. Orang-orang demikian ini tidak tertarik urusan dunia, harta benda dan kesenangan-kesenangan.
Namun, hatinya memadukan kenikmatan surga dan kerinduan yang sangat mendalam untuk bisa berjumpa dengan Allah.
Istikamah terbagi pula kepada beberapa macam, yaitu istiqamah lisan, istiqamah hati, dan istiqamah tubuh.
Istikamah lisan yaitu tetap dalam keadaan mudawamah, yakni dalam keadaan mengucapkan dua kalimat syahadat. Kemudian diikuti dengan istikamah hati, yaitu hati secara terus-menerus bertekad melakukan kebenaran atau selalu berkemauan untuk mengamalkan suatu kebaikan. Istikamah tubuh ialah menjalankan secara lahiriah.
Ada beberapa ciri orang yang selalu istikamah, di antaranya:
1. Memelihara lisannya agar tidak mengadu domba dan menggunjing orang lain;
2. Menghindari prasangka buruk;
3. Menghindari perbuatan menghina atau mengejek orang lain;
4. Membatasi pandangan mata dari penglihatan yang berbau maksiat;
5. Selalu berkata benar;
6. Infaq fi sabililah, yaitu mengeluarkan hartanya untuk kepentingan agama Allah;
7. Tidak berlebih-lebihan;
8. Tidak menuntut keluhuran dan kebanggaan diri;
9. Memelihara salat lima waktu;
10. Istikamah pada ahlu sunnah wal jamaah
Teman-teman yang berbahagia,
Demikianlah pidato singkat saya. Wabillahi taufik wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Comments
Post a Comment